Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

Jalanku Semu

Biarkan aku menjadi pemikir biarkan aku menjadi Penyendiri dan biarkan aku dihadapkan pada kesunyian . . Langkah ini menjadi rapuh dan menjadi keropos dimakan pemikiran hampa Disini aku menunggu payung yang siap meneduhkan hati ini Dikala hujan melindungi basah. . Dikala siang melindungi panas. . Aku pun butuh selimut untuk penghangat Supaya rapuh tulangku ini tidak terlalu membebani Disini aku mengharapkan sesuatu yang bisa membuat aku bangkit dari kebingungan tak pasti . . Sekali lagi aku merasa aku dihadapkan pada kegelapan Aku aKu akU dan AkU bertanya pada AKU Aku sadar secara kasat aku melihat walau samar Tetapi disaat mata bathin ini kusuruh untuk menjawab maka dia hanya diam. ​ . #SG29

Bawakan aku Edelweis

Bila aku datang dengan tangan kosong ku tanpa ransel yang biasa aku bawa. Apakah engkau masih bisa menerima kedatangan ku "surya kencana" Aku datang untuk melepas penat juga kerinduan tentang alamamu. Alam yang diciptakan TUHAN buat aku dan juga manusia lainnya. Keindahan mu bagiku sangat mempesona yang kulayakkan bagai taman di atas langit. Senang sekali setiap kali aku datang menemuimu pasti aku selalu disuguhi dengan pemandangan Indah bunga bunga khas dataran tinggi. " Edelweis " bunga abadi nan indah. Keindahan mu memang nyaris sempurna. Seladang bunga itu memang tumbuh mekar disana dan itu yang membuat aku tergila-gila dengan kemegahan ladangmu bahkan jarang didapatkan di puncak gunung lainnya. Hati ku hanyut dalam kelembutan sapamu sayang. Angin yang berhembus membawakan aroma wewangian cinta padang savana mu. Aku rindu padamu "Puncak Gede" #SG29​​